8:50 am - Sunday April 20, 2014

Validasi dan Proses Transfer Dana

Tuesday, 5 November 2013, 9:04 | Pendidikan | 0 Comment | 45 Views
by ipank

Fokus Hearing soal Sertifikasi Guru
BANDARLAMPUNG – Masalah tunjangan sertifikasi guru memang kompleks. Proses penyaluran sering terlambat. Ini masih ditambah dugaan oknum yang kerap memotong dana kesejahteraan pendidik tersebut. Belum lagi persoalan perbedaan data mereka yang berhak menerima uang dari APBN tersebut.

    Nah, persoalan-persoalan itulah yang menurut Ketua Komisi V DPRD Lampung Yandri Nazir akan dibahas dalam hearing bersama LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) pekan depan.

    ’’Kami yang pertama akan fokus pada masalah validasi. Sebab, masih dijumpai perbedaan data Disdik provinsi dengan kabupaten/kota. Yang kedua baru proses transfer. Di mana, guru ingin dana langsung ditransfer ke rekening mereka tanpa melalui Disdik,’’ terangnya kemarin.

    Dia menjelaskan, informasi yang diberikan Wakil Ketua Komisi V Abdullah Fadri Auli bahwa hearing dengan LPMP diadakan kemarin adalah salah. Sebab, mereka baru menjadwalkannya pekan depan. ’’Sebab itu, wajar jika LPMP belum menerima undangan,’’ ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga menerangkan mengenai masalah tunjangan profesi (TP) guru. Penyaluran TP, terangnya, dibagi dua. Yakni untuk guru PNS dan swasta.

    Untuk guru PNS, dananya ditransfer oleh pusat ke rekening Disdik kabupaten/kota, baru ke masing-masing guru. Besarnya satu kali gaji pokok.

    Sementara untuk guru swasta, pusat mentransfer dana ke Dit. P2TK Dikdas, baru ke rekening guru. Besarnya terbagi dua. Untuk guru yang sudah disetarakan (inpassing) menerima satu kali gaji pokok. ’’Sedangkan yang belum inpassing mendapat Rp1,5 juta,’’ terusnya.

    Ia merasa perlu menjelaskan masalah itu. Karena sebagaimana tunjangan sertifikasi, TP juga bermasalah. ’’Dan, TP sering tidak keluar, karena beberapa syarat tidak lengkap. Seperti linearitas mata pelajaran yang tidak klop, serta tak memiliki nomor registrasi guru serta  NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan),’’ bebernya.

    Diketahui, TP yang besarannya antara Rp100 ribu–Rp150 ribu setiap bulan itu baru dikucurkan untuk 15 ribu dari sekitar 60 ribu pendidik di Lampung.

    Ketua Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Bandarlampung Suprihatin, S.Pd. menerangkan, dari awal 2013 sampai hendak berganti tahun, TP tak juga jelas.

    ’’Saya pribadi pernah menanyakan ke Disdik Lampung khusus untuk TP di Kota Bandarlampung. Tapi belum ada kepastian. Padahal kan sudah dianggarkan,’’ keluhnya. (gie/p4/c3/ade)

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories