7:12 pm - Thursday April 24, 2014

PT Askes Tambah Karyawan untuk BPJS

Saturday, 26 October 2013, 1:00 | Bandar Lampung | 0 Comment | 88 Views
by ipank

BANDARLAMPUNG – PT Askes (Persero) tengah menyongsong era perubahan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per 1 Januari tahun depan. Perubahan sistem ini tentu menambah beban kerja yang harus ditanggung perusahaan pelat merah tersebut. Sehingga untuk bisa meng-cover lingkup kerja BPJS, PT Askes membutuhkan penambahan pegawai.

’’Ya, dengan beralih ke BPJS, beban kerja kita makin bertambah. Karenanya, otomatis kita membutuhkan penambahan pegawai,” ujar Kepala Bagian Pemasaran PT Askes Bandarlampung Imam Subekti, S.E., A.A.A.K. saat dikonfirmasi Radar Lampung kemarin.

Dia menerangkan, saat ini jumlah karyawan PT Askes sekitar 130 orang. Menurutnya, untuk mem-backup program BPJS, setidaknya perusahaannya membutuhkan pemambahan pegawai 100-150 orang.

’’Nah untuk jumlah pastinya berapa, nanti yang memberi porsi pemerintah pusat. Tetapi angkanya tetap mengacu pengusulan berdasarkan evaluasi beban kerja yang telah kita lakukan,” paparnya.

Dalam informasi yang dikatakan, penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, PT Askes telah membuka penerimaan pegawai pada tahap pertama. Prioritasnya adalah karyawan bidang verifikator independen yang ditempatkan di berbagai rumah sakit. ’’Keputusan berapa orang yang diterima akhir Oktober atau awal November,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya mengatakan tidak ada penurunan gaji pekerja setelah PT Askes berubah status dari karyawan BUMN menjadi BPJS Kesehatan. Di mana, gaji tetap disesuaikan peraturan yang ada.

’’Amanah UU mengatakan demikian. Notulen pansus pada 16 Juli 2011 mengatakan hak-hak normatif karyawan tidak berubah,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Askes mengaku masih menunggu berbagai ketentuan peraturan pemerintah terkait penyelenggaraan BPJS. Sebab hingga kini belum ada pengesahannya.

’’Untuk regulasi, pemerintah akan merumuskan mengenai tata cara pengelolaan dan pengembangan dana BPJS. Kami berharap seluruhnya bisa selesai dalam waktu dekat,” kata Imam Subekti, Rabu (24/10).

Di sisi internal, kata dia, PT Askes menyatakan tidak akan melakukan proses likuidasi atau pembubaran (pemecatan karyawan). Namun tetap dilakukan perencanaan dan pengembangan strategis, perubahan organisasi, penambahan SDM, dan sarana. Hingga upaya memperkuat operasional dan meningkatkan teknologi informasi.

Terkait peserta yang wajib dilayani terdiri lima kategori. Yaitu peserta Askes sosial, jamkesmas, Jamsostek, TNI, serta Polri berikut anggota keluarga. Di mana penggabungan dari tiga kantor cabang, yaitu Bandarlampung, Kotabumi, dan Metro, peserta Askes sosial yang terdaftar sebanyak 416.489. Kemudian jamkesmas (2.927.629), Jamsostek (78.097), TNI (9.911), dan Polri (39.316).

Diterangkan, secara umum pemerintah membentuk BPJS guna memperluas jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab selama ini, sektor jaminan kesehatan masih didominasi sektor swasta. ’’Dengan BPJS, kita berupaya merangkul semaksimal mungkin kebutuhan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, meski nantinya menjadi sebuah badan negara, BPJS akan tetap dikelola secara profesional yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. ’’Premi pun meningkat. Semula premi jamkesmas Rp6.500, dengan BPJS ini berubah menjadi sekitar Rp9.500 per jiwa per bulan,” terangnya. (red/p4/c1/whk)

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories