8:50 am - Wednesday April 23, 2014

Regulasi Berubah, Pelaksanaan DAK Terlambat

Friday, 4 October 2013, 8:21 | Lampura | 0 Comment | 59 Views
by ipank

KOTABUMI – Terlambatnya pelaksanaan program yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan 2013 disebabkan adanya perubahan regulasi. Yakni dari sebelumnya mengacu Permendikbud No. 8/2013 tentang Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan DAK untuk Pendidikan Menengah menjadi Permendikbud No. 74/2013.

Kemudian untuk pendidikan dasar yang awalnya mengacu pada Permendikbud No. 12/2013 menjadi Permendikbud No. 79/2013 tentang Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan DAK Pendidikan Dasar.

”Perubahan mendasar yakni dihilangkannya pengadaan buku teks kurikulum 2013 untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Kemudian pada 2013 dilaksanakan DAK untuk sekolah menengah atas dan kejuruan,” papar Kabid Perencanaan Dinas Pendidikan Lampung Utara Imam Sampurna dalam sosialisasi pelaksanaan DAK 2013 untuk tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK kemarin.

Imam mengatakan, DAK bidang pendidikan yang diterima Lampura mencapai Rp24 miliar. Berdasar hasil survei, untuk tingkat SD ada 24 sekolah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang belajar. Kemudian tujuh SD mendapatkan perpustakaan serta 154 SD mendapatkan peralatan matematika dan peralatan pendidikan IPS.

”Selanjutnya 39 SD mendapatkan alat pendidikan IPA dan bahasa serta 38 SD mendapatkan alat pendidikan penjaskes dan alat pendidikan seni budaya keterampilan,” katanya.

Sementara untuk SMP, sebanyak 16 sekolah mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang belajar; 1 SMP mendapatkan perpustakaan; 48 SMP mendapatkan alat pendidikan matematika dan IPS; 47 SMP mendapatkan peralatan olahraga; 17 SMP mendapatkan alat laboratorium IPA; serta 9 SMP mendapatkan peralatan laboratorium bahasa.

Sementara 7 SMA mendapatkan bantuan rehabilitasi ruang belajar dan 2 SMA mendapatkan gedung perpustakaan. Lalu, 41 SMA mendapatkan buku referensi dan 8 SMA mendapatkan alat laboratorium.

”Untuk SMK, 9 sekolah mendapatkan rehabilitasi gedung belajar, 21 sekolah mendapatkan buku referensi SMK, dan 9 sekolah mendapatkan alat laboratorium SMK,” ungkap Imam. (rid/p1/c2/ais)

 

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories