6:12 am - Friday April 25, 2014

Lokasi Tes, Harus Sudah Siap

Wednesday, 21 August 2013, 9:19 | Bandar Lampung | 0 Comment | 119 Views
by ipank

BANDARLAMPUNG – Pemerintah kabupaten/kota harus mulai memikirkan lokasi ujian CPNS 2013 yang akan digelar 29 September dengan sistem computer assisted test (CAT) dan 3 November untuk tes lembar jawaban komputer (LJK).

Terlebih, lusa (23/8), berbagai instansi akan mengumumkan formasi lowongan. Lokasi tes tersebut harus benar-benar dapat menampung CPNS yang ada. Jangan sampai, mereka yang telah terdaftar tidak dapat mengikuti tes hanya karena masalah lokasi.

’’Semua persiapan, termasuk lokasi, sudah harus mulai dipikirkan pemda yang mendapat alokasi CPNS dari sekarang. Jangan mepet dengan hari dilakukannya tes,” imbau Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Syarif Anwar kemarin.

Memang, saat ini beberapa kabupaten/kota masih ada yang berkeras untuk kembali mengusulkan kuota CPNS. Namun, ujar dia, alangkah lebih baik jika lokasi sudah mulai dipikirkan sejak saat ini. ’’Jadi bila memang ada penambahan kuota, nanti kita tinggal melengkapinya,” tutur Syarif.

Lokasi ujian CPNS yang dimaksud, imbuh dia, harus berupa lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Kemudian tidak diharuskan memakai lokasi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. ’’Semua itu kan ada evaluasi. Jadi kalau tempat yang dahulu kurang representatif, buat apa kita pakai lagi?” tukasnya.

Diperkirakan, waktu ujian tetap dimulai sekitar pukul 09 00 WIB. Untuk itu, dia berharap bagi peserta yang bertempat tinggal jauh dari lokasi ujian yang sudah ditentukan, harus datang ke lokasi minimal 30 menit sebelum ujian dimulai. Hal ini guna mengantisipasi padatnya lalu lintas yang mungkin saja terjadi.

Diketahui, ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Provinsi Lampung akan memperebutkan 784 kuota tahun ini. Selain guru, yang jadi prioritas adalah pelatih dan penyandang cacat. Kuota itu disebar untuk pemerintah provinsi dan enam kabupaten/kota di Lampung. Masing-masing Kota Metro, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Waykanan, dan Pesisir Barat.

Daerah otonomi baru (DOB) Pesisir Barat mendapat jumlah kuota terbesar. Yaitu sebanyak 400 CPNS. Sementara Kota Metro mendapat kuota paling sedikit (30 CPNS).

    Di bagian lain, musim mencari pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil sudah tiba. Salah satu syarat wajib adalah surat keterangan catatan kepolisian atau disingkat SKCK.

    Mabes Polri meminta setiap polres menyiapkan blangko dan pelayanan yang baik. ’’Ini akan ada puluhan ribu orang yang memohon SKCK, kita sudah siapkan blangko dan petugas,” ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Agus Rianto kemarin.

    Dia menjelaskan, saat ini belum ada sistem online untuk mengurus SKCK. Itu artinya, catatan kriminal seseorang dilihat dari database sidik jari di masing-masing polres. ’’Tentu di polres di mana domisili sesuai kartu tanda penduduknya,” kata mantan Kabidhumas Polda Papua itu.  

    Setiap pemohon SKCK akan dicek rumus sidik jarinya. Lalu dicocokkan dengan catatan, apakah ada tindak kriminal sebelumnya. ’’Kalau perpanjangan tidak perlu periksa sidik jari lagi. Cukup tunjukkan SKCK lama, di sana ada rumusnya,” kata Agus.

    Untuk biaya permohonan SKCK, Polri menetapkan biaya Rp10 ribu. ’’Itu untuk kepentingan administrasi,” jelasnya.

    Terpisah, Neta Sanusi Pane dari Indonesia Police Watch (IPW) menilai peraturan SKCK untuk verifikasi CPNS belum tentu akurat. ’’Karena tidak ada sistem catatan baku yang permanen. Juga belum online,” katanya.

    Itu artinya, meski seseorang pernah melakukan tindakan kriminalitas di sebuah lokasi, dia bisa dengan mudah mendapat SKCK di wilayah baru. ’’Sangat jarang ada koordinasi secara serius antarpolres untuk mengecek permohonan SKCK. Jadi, ini lebih pada formalitas tahunan saja,” kata penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu. (sur/jpnn/p1/c1/ary)

 

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories